Uncategorized

Jual Pompa Ebara Terbaik

Pengertian Pompa Ebara

Pompa Ebara adalah pompa industri sudah mulai banyak dipasarkan di Indonesia secara resmi pada tahun 1980 dipakai di berbagai gedung – gedung dan industri – industri besar di seluruh dunia. Pompa Ebara di Indonesia penyebarannya sangat merata di seluruh kota – kota besar maupun kota kecil di Indonesia. Merk Ebara adalah lisensi dari jepang, sedangkan produksi pompa ebara sebagian besar sudah ada di Indonesia yaitu 75%. Pabrik produksi pompa ebara ada di Cimanggis gunung putri – Bogor Jawa Barat.

Jenis – Jenis Pompa Ebara

Pompa Ebara skala industri di bagi menjadi beberapa jenis atau type sesuai dengan fungsi dan aplikasinya, yaitu :

Pompa Ebara Centrifugal End Suction Type FSA – Series : Jenis pompa ini banyak dipakai sebagai pompa transfer Pompa booster / distribusi, pompa chiller dan pompa hydrant / pemadam. Pompa Centrifugal End Suction selalu menggunakan driver atau penggerak, yaitu electromotor jika sumber listrik PLN tidak ada. Pompa Centrifugal End Suction selaku terkopel dengan base plate / base trame menyambungkan kedua poros / AS antara pompa dengan electromotor ataupun diesel.

Pompa Horizontal Split Casing Type CNA – Series : Jenis pompa ini mempunyai spesifikasi jauh lebih besar di bandingkan dengan pompa centrifugal end suction, baik kapasitas atau debit airnya maupun total head atau daya dorongnya. Pompa Horizontal Split casing akan dipakai apabila spesifikasi dari pompa centrifugal end suction sudah tidak bisa memenuhi lagi. Aplikasi Horizontal Split casing dengan daya besar biasanya dipakai sebagai pompa pemadam kebakaran dengan ketinggian gedung diatas 10 lantai, pompa jenis ini juga sering digunakan pada pompa intake / utama yaitu memindahkan air dalam jumlah debit sangat besar. Perawatan jenis pompa horizontal split casing lebih mudah dibandingkan dengan centrifugal end suction karena posisi body pompa menyerupai cangkang, apabila terjadi kerusakan tidak perlu membuka bagian suction dan discharge tetapi cukup membuka baut pada ada di body pompa tersebut.

Pompa Ebara Closed Couple Type CDX – Series : Jenis pompa ini relatif lebih kecil di bandingkan kedua jenis pompa centrifugal end suction dan horizontal split casing. Aplikasi Pompa Closed Couple banyak dipakai sebagai pompa transfer dan pompa booster / distribusi. Jenis pompa ini disebut Closed Couple karena AS / poros pompa langsung terkopel dengan motornya dalam satu sumbu, material body pompa closed couple sudah memakai stainless steel 314.

Pompa Ebara Gear Pump : Jenis pompa ini paling banyak diperuntukan memindahkan solar dan oli. Dengan kapasitas dan total sangat kecil base trame dan terkopel dengan electromotor hanya membutuhkan space 150 mm x 150 mm dan berat rata – rata hanya berkisar 10 – 20 kg. Viskositas / kekentalan liquid akan di transfer tidak melebihi solar / oli pada umumnya. Pompa Gear Pump biasanya digunakan sebagai pengisian tangki solar harian genset di pabrik – pabrik dan gedung – gedung bertingkat dan menggunakan genset. Seri pada pompa ebara type ini GPE, GPF dan GPH.

Pompa Ebara Submersible dibagi dalam beberapa type D – Series Ebara, yaitu :

Type DS adalah jenis submersible ebara dengan aplikasi ringan, artinya hanya dipakai air bersih, drainage / sumpit dan sisa buangan air dapur / kitchen use. Type ini direkomendasikan sebagai air kotor atau sewage. Dalam pengoperasiannya dibagi menjadi dua sistem, manual dan automatic tergantung dari permintaan di lapangan.

Type DVS adalah pompa submersible dengan aplikasi air kotor tetapi viscositas air tidak terlalu kental oleh kandungan lumpur. Model Impellernya Semi vortex artinya bisa digunakan memindahkan cairan sewage dengan liquid / cairan bercampur kotoran, contohnya septi tank.

Type DL sangat berbeda dengan kedua type di atas DS dan DVS, karena type ini mempunyai bentuk impeller jauh berbeda yang disebut Impeller Non Clogging atau anti macet. Aplikasi type DL sangat cocok pada sewage air kotor, karena impeller relatif terbuka sangat memungkinkan membuang material kotoran bercampur dengan air. Bahkan cairan dengan bercampur lumpur 30% sanggup di transfer dengan type DL.

Ada pula type DF namun demikian tidak banyak digunakan karena keterbatasan stock pihak Agen tunggal. Dari ketiga type DS, DVS dan DL inilah paling sering dipakai pada proyek – proyek dengan merk Ebara.

Sistem Kerja Pompa Submersible Ebara

Cara kerja pompa submersible ebara terbagi dua macam, manual dan automatic. Kerja manual apabila di lokasi proyek dioperasikan oleh operator harus siap stand by sebagai on off sesuai dengan kebutuhannya. Automatic bisa dengan pelampung dan panel yang dilengkapi elektroda sesuai dengan karakter lokasi di proyek. Automatic menggunakan pelampung biasanya ada pengoperasian 2 pelampung atas “on”, bawah “off” dan dengan 3 pelampung sebagai pelengkap parallel / alternate, yaitu dalam satu bak penampungan air dipasang 2 pompa. Satu menggunakan 2 pelampung dan satu lagi 3 pelampung. Posisi pompa 1 dengan pompa 2 bisa di setting dibawah / bottom dengan cara ketinggian sejajar agar mendapatkan level on off parallel / alternate.

Quick Discharge Connector (QDC)

Ini adalah pelengkap dudukan pompa submersible bertujuan agar supaya mempermudah pada saat pompa tersebut akan di overhoule atau di service, dengan dipasangnya dudukan QDC pada bagian bawah maka secara otomatis kita tidak perlu lagi membongkar pasang pipa discharge. Cukup dengan mengangkat ke atas rantai pada guiderail pompa sudah bisa ditangani / di service.

Leave a Reply